Once upon a time…
Friday, January 4th, 2008Seseorang yang menyayangi engkau tiba-tiba bertanya soal kesetiaan dan
kepercayaan. Apa yang selama ini berjalan dipertentangkan dengan
sejumlah pertanyaan yang membuat kita semakin tersudut dan terkadang
sampai meringkuk di rimbunnya kasih.
Ketika kamu bertanya soal
itu kepadaku, dan juga bertanya caraku menunjukkan itu semua…jujur
saja de, aku tak bisa menjawab. Jawabanku hanya satu: Hanya aku dan Tuhanku yang tahu apa yang akan aku lakukan untuk bisa bersama kamu.
Jika aku tidak segera menjawabnya, bukan berarti aku mengabaikan
hal-hal yang kau tanyakan padaku. Tidak!! Sama sekali tidak…Hanya
saja, memang aku tak bisa menjawabnya seperti yang engkau harapkan.
Meski
demikian, sayangku, aku tidak akan mengabaikanmu, meninggalkanmu, atau
bahkan tidak bisa meyakinkan kamu. Semuanya terletak pada kebesaran
hati dan jiwa untuk menerima perbedaan. Jika sudah demikian,
kepercayaan akan tumbuh, dan tumbuh, semakin tumbuh. Jika rimbunnya
kasih sudah cukup mengusir perbedaan, aku pasti tak akan sekedar
meringkuk disitu. Aku akan berbuat sesuatu…
Cukuplah sudah
pertanyaan kamu itu, sayangku…Aku tahu, kamu punya keraguan
terhadapku. Dan keraguan itu bukanlah suatu hambatan. Aku yakin, waktu
dan detak jantung saja yang bisa menjawab keraguanmu…Yang pasti, aku
tak ragu terhadapmu…