Archive for January, 2008

Once upon a time…

Friday, January 4th, 2008

Seseorang yang menyayangi engkau tiba-tiba bertanya soal kesetiaan dan
kepercayaan. Apa yang selama ini berjalan dipertentangkan dengan
sejumlah pertanyaan yang membuat kita semakin tersudut dan terkadang
sampai meringkuk di rimbunnya kasih.

Ketika kamu bertanya soal
itu kepadaku, dan juga bertanya caraku menunjukkan itu semua…jujur
saja de, aku tak bisa menjawab. Jawabanku hanya satu: Hanya aku dan Tuhanku yang tahu apa yang akan aku lakukan untuk bisa bersama kamu.
Jika aku tidak segera menjawabnya, bukan berarti aku mengabaikan
hal-hal yang kau tanyakan padaku. Tidak!! Sama sekali tidak…Hanya
saja, memang aku tak bisa menjawabnya seperti yang engkau harapkan.

Meski
demikian, sayangku, aku tidak akan mengabaikanmu, meninggalkanmu, atau
bahkan tidak bisa meyakinkan kamu. Semuanya terletak pada kebesaran
hati dan jiwa untuk menerima perbedaan. Jika sudah demikian,
kepercayaan akan tumbuh, dan tumbuh, semakin tumbuh. Jika rimbunnya
kasih sudah cukup mengusir perbedaan, aku pasti tak akan sekedar
meringkuk disitu. Aku akan berbuat sesuatu…

Cukuplah sudah
pertanyaan kamu itu, sayangku…Aku tahu, kamu punya keraguan
terhadapku. Dan keraguan itu bukanlah suatu hambatan. Aku yakin, waktu
dan detak jantung saja yang bisa menjawab keraguanmu…Yang pasti, aku
tak ragu terhadapmu…

Dialog imajiner dengan Cermin

Wednesday, January 2nd, 2008

Aku cuma ingin teriak!!!

Hmmm…apa lagi setelah teriak??

Terlalu banyak masalah..terlalu banyak problem yang menghias hidupku di tahun lalu. Hanya berharap, tahun ini dan tahun-tahun mendatang tidak ada lagi masalah…

Lantas setelah masalah itu tak ada, bagaimanakah hidupku?

Hambar…

Tidak juga…

Kenapa??

Ada yang menyayangimu dan menunggumu di sana

Oya??

Ya…

Betulkah ia menungguku di sana dan mau berbagi masalah denganku?

Sepertinya begitu. Hanya saja kau perlu meyakinkan dirinya bahwa kamu juga menyayanginya

Begitu…

Ya…Tidakkah kau juga menyayanginya?

Tentu saja. Dengan segenap hatiku, aku menyayanginya…mencintainya…merindukannya

Itu saja ku kira belum cukup

Apa lagi?

Tanyakan kepadanya..

Ah..aku cuma ingin bersamanya selama mungkin..selama nafas ini berdetak juga jantungku. Tapi itu perlu waktu, dan aku ingin dia sabar disana menungguku..

Ia begitu sabar menunggumu. Lantas apalagi yang kau tunggu?

…ku menunggu saat itu bisa datang tahun ini. Itu saja cukup…