Archive for February, 2008

Rollin’…rollin’…rollin’

Tuesday, February 5th, 2008

Baca judul diatas pakai gaya Fred Durst menyanyikan lagu Rollin’-nya Limp Bizkit ya…

Demi mengatasi perpindahan pemain ke TV seberang, jajaran pimpinan di Lantai Tiga Trans TV mengumumkan rekomposisi kru alias rolingan. Biasanya rolingan ini akan berlaku selama enam bulan kedepan. Sebenarnya, rolingan yang terjadi kali ini belum memasuki masa akhir rolingan yang lalu, yang dimulai November 2007. Semestinya rolingan kali ini berakhir pada April 2008. Tetapi karena banyak pemain yang hijrah, maka pimpinan mengadakan penyesuaian untuk menambal kekurangan yang ada. Karena kebanyakan yang hijrah adalah produser dan asisten produser, maka penyesuaian juga lebih banyak pada level tersebut. Sementara kru dan tim liputan hanya ada sedikit penyesuaian.

Dan kali ini, aku kembali mengawal program Jelang Siang setelah nyaris sebulan terkatung-katung dengan program baru yang belum jalan. Rolingan lalu aku di reportase. Dua bulan di Reportase harus pindah ke program baru. Program baru belum jalan di BKO ke reportase. Dan akhirnya, rolingan sekarang ini menjadi punggawa Jelang Siang.

Dulu si sempat juga singgah di program ini, tetapi seperti perjalananku di Lantai Tiga yang sering berpindah program, tiga minggu saja aku di Jelang Siang. Selepas itu di transfer ke Wisata Kuliner. Semoga saja rolingan kali ini bisa membuatku enjoy dan tenang dalam bekerja. Semoga juga angin perubahan yang berhembus belakangan ini bisa memacu semangat. Paling tidak, meredam transfer pemain. Kalau tidak, mungkin musim panas nanti akan banyak yang hijrah (lho…mirip transfer Klub Sepakbola Eropa???)

Aegypti…

Tuesday, February 5th, 2008

Hari kedua masuk kantor setelah 17 hari kondisi tubuh melemah akibat DBD. 3 hari demam, seminggu di RS dan seminggu bedrest  di rumah. Setelah seminggu istirahat total di rumah, kupikir aku sudah sehat. Ternyata tidak juga. Dua hari masuk kantor, tiap sore tubuh serasa kedinginan, meski tidak sampi menggigil. Entah kenapa…

Sakit itu mahal adalah benar. Selama seminggu aku menghabiskan sekitar 3 juta lebih untuk biaya perawatan. Untung saja ada asuransi yang meng- cover biaya. Tetapi kalau lebih dari batas, akan ditagih lewat HRD yang artinya pemotongan gaji bulan ini. Semoga tidak…

Si Aegypti, nyamuk genit ini menyuntikkan cairan DBnya entah dimana. Kemungkinan besar di rumah. Dalam kondisi lelah liputan di RSPP saat Soeharto sakit, aku pulang sektiar tengah malam. Otomatis tidur sedikit "balas dendam". Dan kata orang, si Aegypti ini menyedot darah pada pagi dan sore hari. Maka mungkin saja aku terkena di rumah.

Bekasi menjadi endemik DB saat ku menonton Reportase. Ada gambar penyemprotan (fogging) anti nyamuk DB di sejumlah tempat di Bekasi. Juga banyak orang yang terkena DB dirawat di RS tempatku "menginap". Padahal, wilayah rumahku baru saja di semprot anti DB disponsori oleh salah satu calon walikota menjelang Pilkada lalu. Tetap saja si Aegypti ini genit berkeliaran mencari mangsa baru untuk menemani pasien-pasien lain yang lebih dulu terkapar di RS. Lumayanlah, mungkin kalau bukan momen Pilkada, tidak akan ada yang peduli dengan penyemprotan anti DB.

Dan, sumpah!!! Tidak enak menjalani opname di RS. Maka dari itu, jagalah kesehatan dan tentu saja kerja sesuai tarif…